Senin, 12 September 2016

Jarak!



       Seketika kita dipisah terlalu jauh, kita semakin dekat dengan rindu. Dua suara yang berbeda, mengucap kata yang sama. Perihal temu itu serupa udara, ada. Terasa. Dekat. Namun tersekat.


vsco.co/gjersvikg


Kita terlalu sadar bahkan terlalu percaya, berucap saja takkan terjadi apa-apa. Apalagi ketika mulut hilang katup, mengucap rindu seakan mengutuk.

Tunggu! Jangan dulu hentikan, aku belum ingin mengutuk siapa-siapa.

Percayakah kau pada kedua matamu, terpisah, namun melihat hal yang sama? Lihat juga kedua kakimu, terpisah, namun punya tujuan yang sama. Berjalan bergantian, namun saling memberi keseimbangan.

Ini terlalu sederhana. Jarak hanya memisahkan dua raga, bukan dua rasa. Jarak hanya memisahkan dua pasang mata, bukan dua pendo'a.


Dan jarak hanya memisahkan kau, dan aku.
Bukan kita.





-And
Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar